Pemuda Muhammadiyah : Jenazah Koruptor Tidak Perlu Disholatkan

Pemuda Muhammadiyah mengusulkan agar jenazah koruptor tidak disholatkan, sementara NU mengusulkan agar koruptor di hukum mati.

StatusPagi.com – Di sela acara Muktamar ke-47 Muhammadiyah, Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak mengusulkan agar jenazah para koruptor tidak disholatkan karena perbuatan mereka serupa dengan syirik.

Jenazah Koruptor Tidak Dishalatkan

Menurut Dahnil, korupsi sama dengan menuhankan uang, korupsi itu syirik sosial, syirik muamalah. Dosa-dosa para koruptor tidak diampuni, karena syirik, menuhankan hal lain selain Allah adalah dosa yang paling besar.

Untuk itu Dahnil mengusulkan Muhammadiyah untuk membuat fatwa jenazah koruptor tida perlu disholatkan.

Dahnil juga memberi perhatian khusus pada calon kepala daerah di Pilkada Serentak 2015 yang merupakan para mantan napi korupsi. Ia meminta rakyat tak memilih lagi para koruptor tersebut.

Mengenai usulan jenazah koruptor tidak disholatkan, Menteri Agama RI menyebut itu bukan domainnya Kementrian Agama. Dari sisi syariah, usulan tersebut menjadi kewenangan ulama dari perspektif fikih.

Sementara usulan NU agar koruptor di hukum mati, Menkum HAM Yasonna Laoly menghargai rekomendasi tersebut. Tetapi dalam pelaksanaannya harus ada perubahan Undang-Undang.

UU Nomor 20 tahun 2001 tentang tindak pidana korupsi telah mengatur tentang hukuman mati bagi terpidana korupsi. Namun terpidana tersebut harus memenuhi unsur pidana korupsi dalam urusan bencana alam dan sosial. [via Detik]


Kategori : Hikmah, Sosial Media diterbitkan Rabu, 5 Agustus, 2015 oleh Siti Sofiati