ALLAH Akan Kabulkan Doa di Saat yang Tepat, Bukan di Saat Kita Inginkan

Kenapa Allah belum mengabulkan doa yang kita panjatkan?

StatusPagi.com – Kita yang telah sungguh-sungguh berdoa yakin bahwa Allah akan mengabulkan doa dan permohonan yang kita panjatkan. Namun sebagai manusia, kita kadang meragukan pertolongan tersebut. Bahkan Nabi Zakaria pernah meragukan akan datangnya pertolongan dari Allah.

Allah Mengabulkan Doa HambaNYA Melalui 3 Cara

 

Nabi Zakaria yang telah sepuh berkeluh kesah kepada Allah, Beliau khawatir tidak memiliki keturunan untuk melanjutkan dakwah sementara istrinya mandul. Namun Nabi Zakaria tidak pernah kecewa dalam berdoa agar diberikan keturunan.

Malaikat menyampaikan pesan kepada Nabi Zakaria bahwa Allah akan memberikan keturunan bernama Yahya dan belum pernah ada manusia bernama Yahya sebelumnya. Sebagai manusia biasa, Nabi Zakaria terbetik keraguan di dalam hatinya, “Bagaimana aku akan memperoleh keturunan sementara aku dan istriku telah sepuh dan istriku juga seorang wanita yang mandul?”

Malaikat utusan Allah kemudian menegaskan, “Bukankah engkau sebelumnya tidak ada dan Allah menciptakanmu?”. Tidak lama kemudian istri Nabi Zakaria hamil, dan mereka dikarunia seorang putra bernama Yahya yang Allah angkat derajatnya sebagai utusan-NYA, menjadi nabi yang menyeru kepada ketauhidan.

Doa Nabi Zakaria yang memohon keturunan terdapat dalam Al Quran Surah Ali Imran Ayat 38.

Di sanalah Zakariya berdoa kepada Tuhannya seraya berkata: “Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa”.(QS. ali Imran: 38).

 

Allah pasti mengabulkan setiap doa hamba yang memohon kepadaNYA. Hal itu adalah kepastian dari Allah, dan Allah tidak pernah mengingkari janji. Namun sebagai pemohon doa, yang membutuhkan pertolongan, seorang hamba juga wajib untuk mengetahui bagaimana cara Allah mengabulkan setiap doa hambanya,

Dalam sebuah hadist riwayat imam Ahmad dari Abu Said al-Khudri Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda yang artinya :

“Tidaklah seorang muslim memohonkan doa kepada Allah selama doa-doa tersebut tidak mengandung dosa serta memutuskan silaturahim (antar kerabat / antar sahabat) kecuali Allah akan memberikan pada yang memohon doa tersebut tiga hal:
[1] Allah mengabulkan doa secara seketika,
[2] Allah akan menyimpan doa hamba tersebut hingga di akhirat kelak, serta
[3] Allah akan menjauhkan dari hamba yang memohon doa tersebut kejelekan yang semisal.”

Para sahabat kemudian berkata, “Jika demikian kami akan memperbanyak untuk berdoa.

”Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas berkata, “Allah nanti yang memperbanyak mengabulkan doa-doa kalian.” (HR. Ahmad 3/18. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanadnya jayyid).

Oleh karena itu, jangan berputus asa dari rahmat Allah, jangan putus berdoa karena setiap doa kita pasti dikabulkan Allah.

3 Cara Allah Mengabulkan Doa

Allah memiliki cara sendiri bagaimana mengabulkan doa-doa hambaNYA seperti pelajaran yang bisa diambil dari sabda Rasul diatas.

– Pertama, Allah saat itu juga mengabulkan doa-doa kita, atau pertolongan Allah tidak ditunda.

– Kedua, Allah akan mengganti dengan yang lebih baik dari yang kita mohonkan, dengan cara menunda mengabulkan doa dan menyempurnakannya hingga di akhirat kelak.

– Ketiga, Allah kabulkan doa sampai pada waktu yang lebih baik, di saat yang kita tepat bukan pada saat kita inginkan. Sebagai contoh, jika saat ini tiba-tiba kita mendapatkan rezeki atau kebaikan yang tak disangka-sangka datangnya, kita patut bersyukur bahwa itu adalah doa kita yang di kabulkan setelah Allah menundanya, untuk kebaikan kita sendiri.


Kategori : Hikmah diterbitkan Senin, 3 Agustus, 2015 oleh Siti Sofiati