Kisah Dodo, Pengamen Jalanan yang Diterima di Fakultas Ekonomi UI

Sempat ditahan Satpol PP di hari pengumuman kelulusan SNMPTN, Dodo bersyukur akhirnya diterima di Fakultas Ekonomi UI

StatusPagi.com – Dzulfikar Akbar Cordova alias Dodo (21) menjadi perbincangan media karena  profesinya sebagai pengamen jalanan tetapi berhasil menembus ketatnya Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Dodo diterima sebagai mahasiswa di jurusan Ilmu Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (IEI FEUI).

 

Kisah Dodo Pengamen Jalanan yang Diterima di Fakultas Ekonomi UI

Dodo merupakan pengamen jalanan yang biasa menjajakan suara dan dentingan gitarnya di dalam angkuta kota trayek Depok-Pasar Minggu dan Depok- Pasar Rebo. Bahkan di hari pengumuman kelulusan SNMPTN, Dodo ternyata sedang di tahan oleh pihak Satpol PP dan ditempatkan di Dinas Sosial Cipayung, Jakarta Timur karena kedapatan mengamen di angkot.

Demi bisa meraih cita-cita sebagai ekonom syariah, Dodo memutuskan untuk berhenti mengamen dan akan berkonsentrasi untuk rajin belajar. Dodo yakin, kehidupannya dan juga keluarga akan berubah ke arah yang lebih baik jika dirinya menjadi ekonom handal. “Saya berhenti ngamen dan fokus kuliah. Saya ingin berubah,” katanya seperti dikutip dari media online Merdeka.

Dodo sebelumya tidak pernah terpikir untuk kuliah. Yang ada di benaknya hanya kerja mencari uang dari mengamen. Profesi pengamen jalanan sudah Ia jalani sejak berusia 11 tahun.

Namun keberadan Sekolah Masjid Terminal (Master) Depok membuat niat dan tekatnya kembali membara untuk bisa kuliah. Dodo masuk sekolah Master pada Agustus 2014 dan mengikuti program Intensif Master Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) pada Oktober 2014. Dodo sendiri sebenarnya sudah lama tidak sekolah. Di sekolah Master, Ia langsung duduk di kelas  III SMA (atau kelas IX).

 

Dodo sangat bahagia bisa diterima di UI. Dodo berharap bisa mengubah sistem ekonomi yang cocok untuk negeri ini. Menurutnya konsep ekonomi koperasi yang di gagas oleh Muhammad Hatta adalah sistem ekonomi yang tepat diterapkan di Indonesia. Namun sayang, konsep tersebut sudah banyak ditinggalkan pelaku ekonomi di negeri ini.

Untuk keperluan kuliahnya, Dodo berharap bisa memperoleh beasiswa. Dodo juga bertekad akan bekerja sambil kuliah, tetapi tidak lagi mengamen.

Semangat dan tekat Dodo semoga bisa menginspirasi anak muda negeri ini untuk menatap masa depannya.[via Merdeka]


Kategori : Hikmah, Sosial Media diterbitkan Jumat, 31 Juli, 2015 oleh Siti Sofiati