Majelis Hakim di Madura Mengadili Kasus Pembunuhan Menggunakan Al Quran

Majelis Hakim di Pengadilan Negeri Sumenep Madura menjatuhkan hukuman kasus pembunuhan merujuk pada KUHP dan juga ayat-ayat Al Quran

StatusPagi.com – Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Sumenep, Jawa Timur menjatuhkan vonis hukuman 14 tahun penjara kepada 2 orang terdakwa kasus pembunuhan berencana. Menariknya, selain merujuk pada Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP), majelis hakim juga menggunakan ayat-ayat Al Quran dalam memperkuat dasar hukuman tersebut.
Mengadili Menggunakan Al Quran

Ahmad Riyadi (29) dan Zaini (37) terpidana kasus pembunuhan Ali Rifai, divonis hukuman penjara selama 14 tahun setelah secara sah dan meyakinkan merencanakan aksi pembunuhan tersebut. secara terencana. Majelis hakim yang terdiri atas  Deka Rahman Budihanto, Awaluddin Hendra Aprilana dan Nurindah Pramulia sepakat keduanya terbukti melanggar Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana.

Riyadi dan Zaini terbukti menyuruh pembunuh bayaran untuk menghabisi nyawa Ali pada tahun 2014 lalu. Penggunaan ayat Al Quran dalam pertimbangan hakim tersebut telah sesuai dengan asas hukum yaitu ubi societas ibi ius atau dalam bahasa Indonesia berarti ‘di mana ada masyarakat di situ ada hukum’.

Masyarakat Sumenep Madura sangat memegang teguh norma dan ajaran Islam, oleh karenanya penggunaan ayat-ayat Al Quran sebagai salah satu pertimbangan hakim dalam menjatuhkan vonis ini perlu di contoh hakim-hakim lain. Demikian penuturan guru besar pidana Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Purwokerto, Prof Hibnu Nugroho seperti dikutip dari media online Detik.

 

Sepanjang selaras dengan hukum positif, boleh saja. Pertimbangan hakim itu menjadi kebebasan hakim, tidak diatur oleh UU, apalagi untuk meyakinkan keyakinannya. Hal ini malah yang harus didorong,” ujar Hibnu.

Menurut Hibnu, putusan hakim ada pula yang menyitir konvensi internasional, doktrim HAM bahkan bait-bait puisi dan lain sebagainya. Asal masih dalam koridor hukum positif, hal tersebut diperbolehkan.

Majelis hakim PN Sumenep menyinggung ayat-ayat di dalam Al Quran tentang haramnya hukum pembunuhan manusia tanpa sebab yang benar. Hakim menyebut surat  surat Al An’aam ayat 151, surat Al Maa’idah ayat 32 serta  surat An Nisaa ayat 93 dalam pertimbangan putusannya.

 

Atas vonis penjara 14 tahun yang dijatuhkan majelis hakim ini, Zaini dan Riyadi mengajukan upaya hukum banding. [via Detik]


Kategori : Hikmah, Sosial Media diterbitkan Rabu, 29 Juli, 2015 oleh Siti Sofiati