Halal-Haram Hukum Transfusi Darah, ini Kata MUI

MUI sedang  membahas hukum transfusi darah, karena pada sebagian besar umat Islam muncul kekhawatiran darah yang di donorkan bersumber dari pendonor tidak sehat.

StatusPagi.com – Sebagian muslim di tanah air mempertanyakan bagaimana hukumnya menerima donor darah dari pendonor yang kita tidak ketahui riwayatnya. Islam sangat perhatian dengan sumber suatu material, baik itu harta, makanan, termasuk juga donor darah, bagaimana material itu diperoleh, bagaimana caranya dan sumbernya dari mana? Ini terkait halal atau haramnya material tersebut sebelum di manfaatkan.
Transfusi Darah

Terkait dengan kekhawatiran umat Islam tentang hukum transfusi darah, Yuni Harina, Staf Sosialisasi dan Konsultasi Sertifikasi Halal Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika (LPPOM) Majelis Ulama Indonesia (MUI) membenarkannya. Umat Islam ingin memastikan segala sesuatu yang masuk ke dalam tubuh adalah baik dan halal, termasuk cara pemrosesannya dan sumber darah tersebut.

Menurut Yuni, selama ini proses donor hanya mewajibkan pendonor untuk melakukan pengecekan golongan darah, kadar hemoglobin, dan tensi saja, sehingga masih dimungkinkan adanya penyakit di dalam darah yang di donorkan.

Fatwa MUI tentang hukum transfusi darah ini belum ada, masih perlu pengkajikan mendalam dan pembahasan seluruh tokoh di MUI. Jadi keluarnya fatwa MUI tentang hal ini diperkirakan masih lama.

Yuni juga menjelaskan bahwa jika nanti fatwa MUI tentang hukum transfusi darah sudah keluar, hal itu bukan untuk menggambarkan hal-hal yang tabu dalam Islam. MUI ingin membantu umat Islam di Indonesia untuk mendapatkan jaminan kehalalan dari darah yang di donorkan, baik cara pemrosesan transfusi darah, maupun sumber darah tersebut.[via Dream]

Setidaknya si pendonor punya form riwayat penyakit yang pernah dialaminya,” terang Yuni. 

 


Kategori : Hikmah, Sosial Media diterbitkan Rabu, 29 Juli, 2015 oleh Siti Sofiati