Heboh di Medsos, inilah Penjelasan NU Soal Islam Nusantara

Istilah Islam Nusantara sempat menjadi perdebatan di media sosial. Apa kata PBNU tentang hal ini?

StatusPagi.com – Sebagian netizen ada yang pro ada yang kontra tentang Islam Nusantara. Perdebatan di dunia maya pun ramai dari yang ringan hingga yang keras saling berbantahan. Islam Nusantara sendiri merupakan tema besar Muktamar ke-33 Nahdlatul Ulama yang akan digelar awal bulan Agustus 2015.

 

NU

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH. Said Aqil Siroj, memberi penjelasan terkait hangatnya perbincangan tentang Islam Nusantara. Menurut Said, Islam Nusantara bukanlah sebuah agama atau aliran baru. Ini adalah sebuah pemikiran yang dilandasi sejarah masuknya Islam ke Nusantara secara damai tanpa peperangan dengan melakukan kompromi antara ajaran Islam dengan budaya Nusantara.

Lebih lanjut Said menuturkan, walaupun ada kompromi terhadap budaya yang ada di Nusantara, tetapi Islam yang berkembang di negeri ini tidak mentolelir adanya tradisi atau budaya yang jelas-jelas bertentangan dengan syariat Islam. Islam Nusantara tetap menolak ‘free s*x‘, perjudian, termasuk radikalisme.

Islam Nusantara melakukan kompromi terhadap tradisi selametan di masyarakat yang diisi dengan pengajian, membaca Al Quran dan pemberian sedekah kepada sesama. Inilah salah satu sisi positif Islam Nusantara menurut KH. Said Aqil Siroj.

Sebagai tema besar dalam Muktamar ke-33 Nahdlatul Ulama yang akan dilaksanakan pada 1–5 Agustus mendatang di Jombang, Jawa Timur, Islam Nusantara akan menjadi sumbangsih NU kepada Indonesia dan dunia yang tidak radikal.

“Tradisi Islam Nusantara tidak mungkin menjadikan orang radikal. Tidak mengajarkan membenci, membakar, atau bahkan membunuh,” tegas Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH. Said Aqil Siroj.

Terkait dengan Muktamar ke-33 Nahdlatul Ulama, 4 pesantren yaitu Darul Ulum, Bahrul Ulum, Denanyar, dan Tebuireng akan menjadi ‘tuan rumah’  bersama pelaksanaan Muktamar tersebut. [via Detik]


Kategori : Hikmah, Sosial Media diterbitkan Sabtu, 4 Juli, 2015 oleh Siti Sofiati